Suatu ketika seseorang sahabat berada di sisi Nabi SAW lewatlah seorang di hadapannya. Ketika melihatnya ia berkata, “Wahai Rasulullah sesungguhnya aku mencintainya.” Nabi SAW bertanya kepadanya, “Apakah engkau telah memberitahukannya?” “Belum.” Jawabnya. Beliau bersabda, “Beritahukanlah.” Orang tersebut menyusulnya dan berkata, “Sesungguhnya aku mencintaimu karena Allah.” Orang tersebut membalas dengan ungkapan, “Semoga Allah yang menjadikanmu mencintaiku juga mencintaimu sebagaimana engkau mencintaiku.” (HR. Abu Dawud, shahih)
Sungguh, kalimat tersebut menggetarkan jiwa dan menyejukkan hati. Betapa tidak, ungkapan tersebut merupakan ekspresi iman yang tulus dan jujur. Bukan ucapan yang didasari keinginan duniawi. Bukan pula basa-basi yang diucapkan sebagai pemanis bibir.
0 Comments
Dan
katakanlah, “Bekerjalah kamu, maka Allah akan Melihat pekerjaanmu, begitu juga
Rasul-Nya dan orang-orang Mukmin, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah)
Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Diberitakan-Nya kepada kamu apa
yang telah kamu kerjakan.”
(QS.
At-Taubah:105)
Begitulah Allah Firmankan, Dia menyuruh
kita agar selalu bergerak dengan beramal/bekerja. Dari ayat ini jelas bahwa
bekal pokok kita adalah terus beramal, semakin banyak amal maka semakin kita
bahagia baik di dunia maupun di akhirat.
Terus bekerjalah, terus beramallah
hingga kelelahan itu ‘lelah’ mengikutimu. Lihatlah bagaimana matahari tak
berhenti bergerak dari porosnya, hingga tercipta malam dan siang, seandainya
saja matahari berhenti dan diam disalah satu sisi barat ataupun timur tentulah
manusia akan terasa jenuh dan bosan, dibagian yang terkena sinarnya akan selalu
merasakan panasnya matahari tersebut, dan di bagian yang membelakangi matahari
tentulah mereka akan terus merasakan gelapnya malam.
Salah satu ulama besar kita Imam
Asy-Syafi’i pernah memberikan perumpamaan untuk terus bergerak: Pertama,
Perumpamaan seperti air. Beliau mengatakan, aku melihat air yang tergenang
membusuk dan menjadi sarang penyakit, sementara air yang mengalir selalu
bersih. seperti mesin pencetak/ printer, jika dibiarkan dan tidak digunakan
maka lama kelamaan akan rusak seperti halnya hati dan ruhiyah kita kalau
dibiarkan terlalu lama kosong tanpa adanya gerak ibadah kepada Allah maka akan
timbul penyakit sedikit demi sedikit dan lama kelamaan akan menjadi penyakit
yang akut.
Read More
Langganan:
Komentar (Atom)