De Ka (DK)



TERUSLAH BERGERAK
Dan katakanlah, “Bekerjalah kamu, maka Allah akan Melihat pekerjaanmu, begitu juga Rasul-Nya dan orang-orang Mukmin, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.”
(QS. At-Taubah:105)
            Begitulah Allah Firmankan, Dia menyuruh kita agar selalu bergerak dengan beramal/bekerja. Dari ayat ini jelas bahwa bekal pokok kita adalah terus beramal, semakin banyak amal maka semakin kita bahagia baik di dunia maupun di akhirat.
            Terus bekerjalah, terus beramallah hingga kelelahan itu ‘lelah’ mengikutimu. Lihatlah bagaimana matahari tak berhenti bergerak dari porosnya, hingga tercipta malam dan siang, seandainya saja matahari berhenti dan diam disalah satu sisi barat ataupun timur tentulah manusia akan terasa jenuh dan bosan, dibagian yang terkena sinarnya akan selalu merasakan panasnya matahari tersebut, dan di bagian yang membelakangi matahari tentulah mereka akan terus merasakan gelapnya malam.
            Salah satu ulama besar kita Imam Asy-Syafi’i pernah memberikan perumpamaan untuk terus bergerak: Pertama, Perumpamaan seperti air. Beliau mengatakan, aku melihat air yang tergenang membusuk dan menjadi sarang penyakit, sementara air yang mengalir selalu bersih. seperti mesin pencetak/ printer, jika dibiarkan dan tidak digunakan maka lama kelamaan akan rusak seperti halnya hati dan ruhiyah kita kalau dibiarkan terlalu lama kosong tanpa adanya gerak ibadah kepada Allah maka akan timbul penyakit sedikit demi sedikit dan lama kelamaan akan menjadi penyakit yang akut.
            Kedua, perumpamaan dengan singa dan anak panah. Imam Asy-Syafi’i mengatakan: seekor singa tidak akan mendapatkan mangsanya tanpa meninggalkan sarangnya. Dan anak panah tidak akan mencapai target kalau tidak meninggalkan busurnya. Ini maksudnya kita diharuskan untuk terus bergerak agar mencapai target yang perlu dikejar. Tidak mungkin uang akan datang jika hanya duduk diam, tidak mungkin ilmu didapat kalau hanya mematung di rumah. Teringat  kisah imam Syafi’i bagaimana beliau memberanikan diri izin kepada ibundanya untuk meninggalkan rumah karena ingin merantau mencari ilmu dan akhirnya menjadi ulama besar yang kita kenal sampai saat ini.  Ya, benar, tidak ada cita-cita yang dicapai dengan menghayal. Semua cita-cita dicapai dengan perjuangan yang tiada henti.
            `Ketiga, perumpamaan dengan matahari. Imam Syafi’i mengatakan: dan matahari jika tidak bergerak dan berdiam di ufuk timur maka semua manusia di bumi akan stress. Manusia tanpa siang dan malam akan tercekam rasa bosan. Rasulullahpun bisa membangun peradaban islam bersama para sahabat setelah berhijrah dari makkah ke kota Madinah.
Teruslah bergerak, karena kita akan menemukan sesuatu dan perubahan-perubahan yang besar.. ketika kita mulai bergerak pasti kita akan menemukan kerikil-kerikil atau bahkan batu yang besar di hadapan jalan yang kita lewati, kita akan mendapatkan kesulitan-kesulitan yang menghalangi langkah kita untuk terus bergerak maju, namun kita harus yakin, inilah makna ayat: fainna ma’al ‘usri yusra, inna ma’al ‘usri yusraa (maka, sungguh dibalik kesulitan ada kemudahan, dibalik kesulitan ada kemudahan). Ada 2 kemudahan yang Allah janjikan untuk 1 kesulitan.
Teruslah bergerak, hingga kebosanan itu ‘bosan’ mengikutimu, seribu langkah tidak akan tercapai tanpa dimulai dari 1 langkah yang pertama. Teruslah bergerak, teruslah berjalan, teruslah bekerja, teruslah beramal, jika salah dalam melangkah maka biarkan Allah yang menuntun dan membenarkan langkah-langkah kita. Teruslah bergerak kearah positif dan membawa kemajuan untuk lingkungan. J
Wallahu A’lam Bisshowab    

Sebagian dikutip dari majalah Lembaga Manajemen Infaq, Januari 2014.

0 Response to "De Ka (DK)"