BECAK BERPENUMPANG 1 LITER
Sabtu pagi aku
terbangun karena bunyi telfon dari ibu dirumah, beliau menanyakan perihal
kiriman paket motor yang 2 hari lalu dikirim bapak dari rumah dengan
menggunakan jasa pengiriman paket PT. ELTEHA Indonesia. Tapi kerena memang
belum ada kabar dari PT. ELTEHA yang ada di Bangkalan ya aku jawab apa adanya
kalau memang belum ada kabar kiriman telah sampai. Tak lama setelah kututup
telfon dari ibu terdengar bunyi sms dari nomor baru yang isinya “paket motornya
sudah sampai, harap segera di ambil di PT. ELTEHA Bangkalan”, wah… baru aja
diomongin ternyata sudah sampai,, pikirku. Tanpa pikir panjang aku balas sms
tersebut dengan menyakan alamat yang detail kemudian dibalas dengan menyertakan
alamat yang ada dibangkalan. Oke sampai disini masih fine2 aja..
Karena area kontrakanku tidak
termasuk dalam tempat2 pengiriman jadi memang harus diambil sendiri ke
perusahaannya, dan rencanaku mau aku ambil siang2 aja motornya karena masih ada
keperluan di pagi harinya, dan memang akan aku ambil sendiri karena dalam bulan
ini adalah libur perkuliahan jadi semua teman2 yang di kontrakan pada pulang,
tinggal aku saja yang masih menetap karena liburan ini aku mengambil Kerja
Praktek atau biasa dikenal dengan magang. Usai sholat dhuhur aku bersiap untuk
berangkat sambil aku sms teman yang ada
di Bangkalan karena aku tidak tau pasti alamat PT. ELTEHA tersebut, dengan naik
angkot aku menuju tempat tersebut dan mengikuti instruksi dari sms yang dikirim
teman, “nanti berhenti di lampu merah sebelum masjid ya pak”, kataku kepada pak
supir, kebetulan suasana mendung, ketika angkot berhenti dan ketika aku turun
hujaan turun lumayan deras. Sambil clingak clinguk aku mencari tempat berteduh
dan ku temukan di depan deretan toko2 yang berjajar, sambil aku melihat-lihat
lingkungan sekitar aku mencari gang yang bertuliskan Jl. HOS Cokroaminoto, tapi
sepertinya aku tidak menemukannya, mungkin karena terhalang hujan deras jadi
tidak terlalu jelas. Kira2 setengah jam
lebih aku menunggu hujan reda, sampai akhirnya aku menanyakan alamat tersebut
ke orang yang ada di toko fotokopi, dan ternyata aku salah lampu merah, alamat
yang aku cari ada di lampu merah lurus dari jalan ini, bukan lampu merah tempat
aku berhenti tadi. Akhirnya aku menyetop angkot lagi yang kali ini jaraknya
memang tidak jauh, aku yakin kali ini sudah benar.
Ketika turun dari angkot ada tukang becak yang
menghampiri,
“becak mbak”,
katanya,
“mau ke Jl. HOS Cokroaminoto pak, tapi deket
pak”, jawabku.
“iya ayo mbak”, kata
tukang becak tersebut,
karena memang aku tidak tau pasti alamatnya ya
aku ikut tukang becak aja, sambil becaknya jalan aku tanya2..
”pak kalau tempat pengiriman paket itu dimana?
katanya di Jl. HOS Cokroaminoto no 8”, “oh itu,,, kelewat mbak” jawab tukang
becak tersebut kemudian memutar becaknya dan ketika sampai ditempat tujuan aku
kaget, bener2 kaget dah,,, lha wong ternyata alamatnya itu deket banget dengan
tempat aku berhenti dari angkot,
“kalau tau gitu
gak usah susah2 naik becak, ini bahkan gak ada apa2nya seperti jarak
kontrakanku dengan kampus, beda jauh… ini gak smpk 100 meter, huft..”, batinku
dalam hati..
sampai disitu
perasaanku udah campur aduk, antara lucu, bingung, dan pengen tertawa.. bener2
konyol...
Tujuan udah bener, ketika aku lihat
kok rumah byasa ya, bukan seperti kantor, tapi tak apalah yang penting sekarang
tinngal endingnya, yaitu ambil motornya trus pulang, pikirku,, ku ketuk pintu
rumahnya,, setelah agak lama dan tidak ada jawaban akhirnya aku telfon nomor
yang tadi pagi sms, tak lama kemudian dibukakan pintu oleh pemiliknya.
“lho sendiri
mbak??” Tanya bapak tersebut, dari postur dan perawakan tubuhnya umurnya kira2
sekitar 40 an tahun,
“iya pak ”,
jawabku,, kemudian aku masuk rumahnya dan melihat ada banyak paketan barang2
yang terbungkus, mungkin belum di ambil pemiliknya, dan ada 1 yang aneh, motor
yang terbungkus juga,, hehe… mungkin agar terlindungi dari benturan2 ketika di
kendaraan,, nah yang buatku kaget adalah ketika aku melihat ban belakang motor
tersebut ternyata kempes, bukan seperti kempes biasa tapi seperti bocor benar2
kempes... tambah gak karuan lagi perasaanku saat itu, kok bisa kempes ya,
padahal sebelum dikirim tidak terjadi apa2, kemungkinan sengaja dikempeskan,
atau memang terlalu panas ketika dikendaraan. trus ini mau di pompakan dimana,
aku juga gak tau daerah ini. dan kemudian Sambil aku tanya2 ke bapak tersebut tentang
kempesnya ban ini, dimana ada tambal ban terkekat, dlsb. Setelah semua administrasi
selesai bapak tersebut membantuku memanasi motor dan memberi arahan kepadaku
tempat tambal ban terdekat dan bagaimana menaiki motor tersebut yang dalam
keadaan bocor, dan akhirnya aku kendarai motor tersebut berharap segera
menemukan tempat tambal ban,..
Kira2
hanya 100 meter motor berjalan aku mendapat
kejutan lagi,,, kali ini motornya mati dan berhenti,,, “Astaghfirullah, lagi”..
pikirku, kemudian aku tuntun motornya ke pinggir jalan, sambil aku bersitirahat
di depan sebuah toko/ warung yang tutup dipinggar jalan, iya tak salah lagi
kali ini adlah bensinnya yang habis, sambil duduk aku memikirkan bagaimana cara
membeli bensin, sedangkan aku dalam keadaann sendiri, “apa motornya mau
dititipin ke orang,, jelas gak mungkin,,,”. pikirku.
sampai
sekitar 1 jam aku hanya duduk disitu, antara berpikir dan kebingungan, gak
mungkin nuntun motornya karena berat dan aku juga belum terbiasa, dan bahkan
motor ini belum pernah aku naiki sama sekali sebelum dikirim,, sekitar 1 jam
dalam kebingungan kemudian ada tukang becak lewat di jalan tersebut dan aku
menghadangnya,
“pak bisa minta
tolong, tapi bukan saya yang naik becak, saya minta tolong untuk di belikan
bensin, 1 liter aja, nanti bapak kembali lagi kesini”, aku minta tolong ke
tukang becak tersebut yang sudah tua, umurnya perkiraan 60 tahunan lebih,,
“ohh,, bensinnya
adek?” kata bapak tersebut berbicara dengan bahasa Madura, maksudnya adalah
(ooh,, bensinnya gak ada/ habis?), karena aku sudah tinggal di Madura lebih
dari 2 tahun yang tak lain adalah untuk kuliah jadi setidaknya aku memahami
bahasa di pulau ini.
“iya pak bensinnya
adek”, jawabku dengan bahasa Madura yang gado2.. sampai akhirnya bapak tersebut
aku beri uang 5 ribu untuk membeli bensin, akhirnya bapak tersebut berjalan dengan
becaknya hingga tak terlihat lagi, sempat terfikir su’udhon kepada bapak
tersebut, bagaimana kalau bapak itu gak kembali karena sudah membawa uang,,??
kemudian segera aku tepis perasaan tersebut, karena su’udhon menurutku sama
halnya dengan tidak percaya takdir/ kebaikan Allah yang akan terjadi.. dengan
H2C (baca: Harap-harap cemas) aku menunggu tukang becak tersebut, dan akhirnya
dari kejauhan terlihat seorang tukang becak yang sudah tua dan di tempat duduk
penumpangnya ada 1 botol bensin.. “Alhamdulillah ya Allah”, benar2 aku ucapkan
syukur kala itu,, sesampainya di tempat motorku berhenti aku mengisikan bensin
tersebut sambil dibantu bapak tua itu. Dan aku memberi uang 5 ribu untuk upah
beli bensinnya tersebut, mungkin uang tersebut bisa dibilang besar karena hanya
membeli bensin, padahal tukang becak sebelumnya yang ketika aku mencari alamat
tadi hanya aku beri 2 ribu saja, tapi karena tukang becak ini menurutku benar2
memberi jasa jadi tak ragu untuk aku memberinya segitu.
Oh iya perlu
diketahui antara tukang becak yang pertama dengan yang kedua berbeda orang.
Hehe…
Oke…
lanjutkan perjalanan, bensin terisi, tapi ban masih belum tertangani, aku Tanya
pada tukang becak tersebut tambal ban terdekat, ternyata tidak tahu, dan
akhirnya dia pergi dengan benar2 mengucapkan terima kasih,, kemudian aku
bertanya kepada ibu2 dipinggir jalan juga tidak tahu, kemudian ada bapak2 lewat,
dari penampilannya seperti habis shalat jama’ah ashar di masjid, dan
Alhamdulillah, bi idznillah bapak
tersebut memberi sebuah pencerahan yang mana beliau tau dan memberi petunjuk
tempat tambal ban terdekat, kemudian aku meninggalkan bapak dan ibu tersebut
dan tak lupa ucapan terima kasih aku ucapkan.
Sambil pelan2 aku menaiki motor yang
kempes itu kearah yang di tunjukkan bapak tersebut. Kali ini Alhamdulillah
lagi, akhirnya aku menemukan tempat tambal ban, sambil istirahat menunggu
proses penambalan (kayak apa ja,, hehe..) aku duduk di kursi yang ada di tempat
tersebut, sambil memikirkan kejadian2 sebelumnya, hmm… akhirnya bisa juga
proses panjang ini terlewati…
Setelah selesai, aku beri uang atas
upah memperbaiki ban motorku, tapi yang diminta tdak seperti harga normal (agak
mahal menurutku..), tapi tak apalah yang penting ban motornya udah berisi lagi…
hehehe…
Finally,,, kembali rasa Syukur aku ucapkan atas-Nya untuk kejadian dan pelajaran
hari ini. Dan aku bisa pulang dengan mengendarai motor ini sendiri… dalam
perjalanan pulang masih saja terfikir kejadian hari ini, bener2 pengalaman dan
proses panjang, sampai bisa ada cerita hanya karena “mengambil paket motor”,,,
Memori in January, 19th 2013
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 Response to "SEMUA SERBA PERTAMA KALI eps 2"
Posting Komentar