SEMUA SERBA PERTAMA KALI eps 2

                                      BECAK BERPENUMPANG 1 LITER
        Sabtu pagi aku terbangun karena bunyi telfon dari ibu dirumah, beliau menanyakan perihal kiriman paket motor yang 2 hari lalu dikirim bapak dari rumah dengan menggunakan jasa pengiriman paket PT. ELTEHA Indonesia. Tapi kerena memang belum ada kabar dari PT. ELTEHA yang ada di Bangkalan ya aku jawab apa adanya kalau memang belum ada kabar kiriman telah sampai. Tak lama setelah kututup telfon dari ibu terdengar bunyi sms dari nomor baru yang isinya “paket motornya sudah sampai, harap segera di ambil di PT. ELTEHA Bangkalan”, wah… baru aja diomongin ternyata sudah sampai,, pikirku. Tanpa pikir panjang aku balas sms tersebut dengan menyakan alamat yang detail kemudian dibalas dengan menyertakan alamat yang ada dibangkalan. Oke sampai disini masih fine2 aja..

            Karena area kontrakanku tidak termasuk dalam tempat2 pengiriman jadi memang harus diambil sendiri ke perusahaannya, dan rencanaku mau aku ambil siang2 aja motornya karena masih ada keperluan di pagi harinya, dan memang akan aku ambil sendiri karena dalam bulan ini adalah libur perkuliahan jadi semua teman2 yang di kontrakan pada pulang, tinggal aku saja yang masih menetap karena liburan ini aku mengambil Kerja Praktek atau biasa dikenal dengan magang. Usai sholat dhuhur aku bersiap untuk berangkat sambil  aku sms teman yang ada di Bangkalan karena aku tidak tau pasti alamat PT. ELTEHA tersebut, dengan naik angkot aku menuju tempat tersebut dan mengikuti instruksi dari sms yang dikirim teman, “nanti berhenti di lampu merah sebelum masjid ya pak”, kataku kepada pak supir, kebetulan suasana mendung, ketika angkot berhenti dan ketika aku turun hujaan turun lumayan deras. Sambil clingak clinguk aku mencari tempat berteduh dan ku temukan di depan deretan toko2 yang berjajar, sambil aku melihat-lihat lingkungan sekitar aku mencari gang yang bertuliskan Jl. HOS Cokroaminoto, tapi sepertinya aku tidak menemukannya, mungkin karena terhalang hujan deras jadi tidak terlalu jelas. Kira2  setengah jam lebih aku menunggu hujan reda, sampai akhirnya aku menanyakan alamat tersebut ke orang yang ada di toko fotokopi, dan ternyata aku salah lampu merah, alamat yang aku cari ada di lampu merah lurus dari jalan ini, bukan lampu merah tempat aku berhenti tadi. Akhirnya aku menyetop angkot lagi yang kali ini jaraknya memang tidak jauh, aku yakin kali ini sudah benar.
 Ketika turun dari angkot ada tukang becak yang menghampiri,
“becak mbak”, katanya,
 “mau ke Jl. HOS Cokroaminoto pak, tapi deket pak”, jawabku.
“iya ayo mbak”, kata tukang becak tersebut,
 karena memang aku tidak tau pasti alamatnya ya aku ikut tukang becak aja, sambil becaknya jalan aku tanya2..
 ”pak kalau tempat pengiriman paket itu dimana? katanya di Jl. HOS Cokroaminoto no 8”, “oh itu,,, kelewat mbak” jawab tukang becak tersebut kemudian memutar becaknya dan ketika sampai ditempat tujuan aku kaget, bener2 kaget dah,,, lha wong ternyata alamatnya itu deket banget dengan tempat aku berhenti dari angkot,
“kalau tau gitu gak usah susah2 naik becak, ini bahkan gak ada apa2nya seperti jarak kontrakanku dengan kampus, beda jauh… ini gak smpk 100 meter, huft..”, batinku dalam hati..
sampai disitu perasaanku udah campur aduk, antara lucu, bingung, dan pengen tertawa.. bener2 konyol...
            Tujuan udah bener, ketika aku lihat kok rumah byasa ya, bukan seperti kantor, tapi tak apalah yang penting sekarang tinngal endingnya, yaitu ambil motornya trus pulang, pikirku,, ku ketuk pintu rumahnya,, setelah agak lama dan tidak ada jawaban akhirnya aku telfon nomor yang tadi pagi sms, tak lama kemudian dibukakan pintu oleh pemiliknya.
“lho sendiri mbak??” Tanya bapak tersebut, dari postur dan perawakan tubuhnya umurnya kira2 sekitar 40 an tahun,
“iya pak ”, jawabku,, kemudian aku masuk rumahnya dan melihat ada banyak paketan barang2 yang terbungkus, mungkin belum di ambil pemiliknya, dan ada 1 yang aneh, motor yang terbungkus juga,, hehe… mungkin agar terlindungi dari benturan2 ketika di kendaraan,, nah yang buatku kaget adalah ketika aku melihat ban belakang motor tersebut ternyata kempes, bukan seperti kempes biasa tapi seperti bocor benar2 kempes... tambah gak karuan lagi perasaanku saat itu, kok bisa kempes ya, padahal sebelum dikirim tidak terjadi apa2, kemungkinan sengaja dikempeskan, atau memang terlalu panas ketika dikendaraan. trus ini mau di pompakan dimana, aku juga gak tau daerah ini. dan kemudian  Sambil aku tanya2 ke bapak tersebut tentang kempesnya ban ini, dimana ada tambal ban terkekat, dlsb. Setelah semua administrasi selesai bapak tersebut membantuku memanasi motor dan memberi arahan kepadaku tempat tambal ban terdekat dan bagaimana menaiki motor tersebut yang dalam keadaan bocor, dan akhirnya aku kendarai motor tersebut berharap segera menemukan tempat tambal ban,..
Kira2 hanya 100 meter  motor berjalan aku mendapat kejutan lagi,,, kali ini motornya mati dan berhenti,,, “Astaghfirullah, lagi”.. pikirku, kemudian aku tuntun motornya ke pinggir jalan, sambil aku bersitirahat di depan sebuah toko/ warung yang tutup dipinggar jalan, iya tak salah lagi kali ini adlah bensinnya yang habis, sambil duduk aku memikirkan bagaimana cara membeli bensin, sedangkan aku dalam keadaann sendiri, “apa motornya mau dititipin ke orang,, jelas gak mungkin,,,”.  pikirku.
sampai sekitar 1 jam aku hanya duduk disitu, antara berpikir dan kebingungan, gak mungkin nuntun motornya karena berat dan aku juga belum terbiasa, dan bahkan motor ini belum pernah aku naiki sama sekali sebelum dikirim,, sekitar 1 jam dalam kebingungan kemudian ada tukang becak lewat di jalan tersebut dan aku menghadangnya,
“pak bisa minta tolong, tapi bukan saya yang naik becak, saya minta tolong untuk di belikan bensin, 1 liter aja, nanti bapak kembali lagi kesini”, aku minta tolong ke tukang becak tersebut yang sudah tua, umurnya perkiraan 60 tahunan lebih,,
“ohh,, bensinnya adek?” kata bapak tersebut berbicara dengan bahasa Madura, maksudnya adalah (ooh,, bensinnya gak ada/ habis?), karena aku sudah tinggal di Madura lebih dari 2 tahun yang tak lain adalah untuk kuliah jadi setidaknya aku memahami bahasa di pulau ini. 
“iya pak bensinnya adek”, jawabku dengan bahasa Madura yang gado2.. sampai akhirnya bapak tersebut aku beri uang 5 ribu untuk membeli bensin,  akhirnya bapak tersebut berjalan dengan becaknya hingga tak terlihat lagi, sempat terfikir su’udhon kepada bapak tersebut, bagaimana kalau bapak itu gak kembali karena sudah membawa uang,,?? kemudian segera aku tepis perasaan tersebut, karena su’udhon menurutku sama halnya dengan tidak percaya takdir/ kebaikan Allah yang akan terjadi.. dengan H2C (baca: Harap-harap cemas) aku menunggu tukang becak tersebut, dan akhirnya dari kejauhan terlihat seorang tukang becak yang sudah tua dan di tempat duduk penumpangnya ada 1 botol bensin.. “Alhamdulillah ya Allah”, benar2 aku ucapkan syukur kala itu,, sesampainya di tempat motorku berhenti aku mengisikan bensin tersebut sambil dibantu bapak tua itu. Dan aku memberi uang 5 ribu untuk upah beli bensinnya tersebut, mungkin uang tersebut bisa dibilang besar karena hanya membeli bensin, padahal tukang becak sebelumnya yang ketika aku mencari alamat tadi hanya aku beri 2 ribu saja, tapi karena tukang becak ini menurutku benar2 memberi jasa jadi tak ragu untuk aku memberinya segitu.
Oh iya perlu diketahui antara tukang becak yang pertama dengan yang kedua berbeda orang. Hehe…
Oke… lanjutkan perjalanan, bensin terisi, tapi ban masih belum tertangani, aku Tanya pada tukang becak tersebut tambal ban terdekat, ternyata tidak tahu, dan akhirnya dia pergi dengan benar2 mengucapkan terima kasih,, kemudian aku bertanya kepada ibu2 dipinggir jalan juga tidak tahu, kemudian ada bapak2 lewat, dari penampilannya seperti habis shalat jama’ah ashar di masjid, dan Alhamdulillah, bi idznillah  bapak tersebut memberi sebuah pencerahan yang mana beliau tau dan memberi petunjuk tempat tambal ban terdekat, kemudian aku meninggalkan bapak dan ibu tersebut dan tak lupa ucapan terima kasih aku ucapkan.
            Sambil pelan2 aku menaiki motor yang kempes itu kearah yang di tunjukkan bapak tersebut. Kali ini Alhamdulillah lagi, akhirnya aku menemukan tempat tambal ban, sambil istirahat menunggu proses penambalan (kayak apa ja,, hehe..) aku duduk di kursi yang ada di tempat tersebut, sambil memikirkan kejadian2 sebelumnya, hmm… akhirnya bisa juga proses panjang ini terlewati…
            Setelah selesai, aku beri uang atas upah memperbaiki ban motorku, tapi yang diminta tdak seperti harga normal (agak mahal menurutku..), tapi tak apalah yang penting ban motornya udah berisi lagi… hehehe…
            Finally,,,  kembali rasa Syukur aku  ucapkan atas-Nya untuk kejadian dan pelajaran hari ini. Dan aku bisa pulang dengan mengendarai motor ini sendiri… dalam perjalanan pulang masih saja terfikir kejadian hari ini, bener2 pengalaman dan proses panjang, sampai bisa ada cerita hanya karena “mengambil paket motor”,,,
                                                                                               
Memori in January, 19th 2013

0 Response to "SEMUA SERBA PERTAMA KALI eps 2"